Jika kita lihat di televisi, berbagai produsen susu formula berlomba-lomba untuk membuat iklan yang menarik minat para ibu untuk membeli produk mereka. Berbagai jenis iklan susu, mulai dari menunjukan seorang bayi yang montok dan sehat, anak kecil yang pintar, anak pemberani, baik hati dan bahkan tidak jarang iklan itu juga menghadirkan seorang ahli kesehatan anak. Apakah itu relevan untuk memperkenalkan produk susu bayi?
Kasus yang paling sering menjadi sorotan adalah menghadirkan seorang ahli kesehatan anak, psikologi anak ataupun ahli terkait untuk menjadi model iklan lalu berbicara bahwa susu yang dibintanginya mempunyai manfaat luar biasa bagi bayi. Orang awam akan mengira bahwa susu formula itu benar-benar bagus maka seorang ahli bahkan merekomendasikannya besar-besaran lewat televisi. Namun orang pintar pasti akan bertanya-tanya, seberapa besar ahli itu dibayar oleh produsen susu untuk mempromosikan susu mereka sementara ahli itu sendiri tahu bahwa tidak ada yang lebih baik daripada air susu ibu.
Inilah dilemma dalam dunia kesehatan Indonesia, dimana seorang ahli kesehatan juga menjadi seorang artis. Popularitas mereka sebagai seorang ahli kesehatan dimanfaatkan oleh produsen untuk menambah jualan produk mereka, padahal kenyataan produk mereka belum tentu sesuai dengan promosi. Itu bukti bahwa para ahli itu sudah menjual keahlian mereka.
Selain itu, iklan susu sudah membuat para ibu semakin enggan untuk memberikan air susu ibu bagi bayi mereka. Iklan susu yang mempromosikan produk mereka dengan luar biasa bermanfaat sampai-sampai melebihi manfaat air susu ibu membuat para wanita percaya bahwa susu formula mempunyai nilai gizi yang sama dengan air susu ibu. Dengan demikian para ibu akan berpikir, buat apa bersusah payah menyusui jika dengan cara yang lebih instan dan juga cepat, bayi mereka bisa mendapatkan gizi yang sama bagusnya.
Selain itu, iklan susu kebanyakan mengeksploitasi anak di bawah umur. Bahkan tidak jarang kita lihat iklan susu memakai model seorang bayi yang masih merah. Keterlibatan bayi sekecil itu bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan bayi, karena bayi umur segitu masih sangat rawan. Untuk itulah maka iklan susu formula makin dibatasi.