Ketika bayi telah memasuki usia 6 bulan, maka bayi sudah siap mendapat makanan tambahan bayi. Maka dari itu orangtua sangat disarankan untuk memberikan makanan tambahan bayi yang bergizi. Berilah makanan bayi dengan rasa yang cenderung normal, tidak dominan manis atau asin. Selain itu berikanlah bayi tamabahan susu formula bayi apabila ASI ibu sudah tidak mencukupi. Namun, dalam pemberian susu formula bayi, ibu hendaknya menghindari penambahan gula tambahan susu, karena pada dasarnya susu formula bayi telah mengandung gula tambahan susu dalam kadar tertentu.
Berlebihnya gula tambahan susu pada tubuh bayi akan berimbas pada pertumbuhan organ tubuh dan kesehatan bayi. Berikut ini alasan mengapa gula tambahan susu lebih baik untuk dihindari, diantaranya:
- Kandungan glukosa pada gula tambahan susu dapat menjadi penyebab terjadinya obesitas pada tubuh bayi.
- Gula memiliki zat negatif yang dapat menurunkan kekebalan tubuh bayi.
- Ketergantungan terhadap gula dapat mengurangi ketahanan tubuh bayi, sehingga apabila sekali saja bayi tidak mengkonsumsi gula maka tubuhnya menjadi lemah dan lesu.
- Gula tambahan dapat merusak kinerja mineral dalam tubuh bayi. Dengan mengkonsumsi gula dalam jumlah tinggi, dapat menyebabkan bayi mudah terserang dehidrasi.
- Merusak pertumbuhan dan perkembangan organ gigi.
- Gula mengandung zat yang dapat mengikis email gigi bayi dan menyebabkan radang pada gusi bayi.
- Dapat menghambat pertumbuhan sel-sel baru dalam organ tubuh bayi.
- Mengganggu mekanisme sistem pencernaan bayi.
- Menghambat kinerja protein dalam tubuh bayi.
- Kelebihan gula dapat mengganggu kesehatan organ ginjal.
- Gula dapat memacu penimbunan kolesterol dalam tubuh bayi, sehingga membahayakan kesehatan jantung bayi.
- Gula bisa menjadi penyebab berkurangnya nafsu makan pada bayi.
- Pemberian gula tambahan susu pada susu formula bayi, dapat mengurangi efektifitas DHA, AA, dan LA yang terkandung dalam susu formula bayi.
Dari beberapa ulasan di atas ada baiknya ibu mengatur pemberian gula tambahan pada bayi, baik itu pada makanan tambahan bayi maupun pada susu formula bayi. Sehingga kandungan zat pada kedua asupan nutrisi tersebut dapat bekerja dengan baik dalam tubuh bayi.