Kepercayaan dan Mitos Mengenai Bayi Lahir Sungsang

Sungguhkah bayi yang terlahir sungsang akan tumbuh menjadi anak bengal dan sulit diatur? Mitos bayi sungsang tersebut telah menjadi kepercayaan turun temurun di masyarakat awam. Padahal, tidak ada kaitan antara proses kelahiran dengan sifat yang dimiliki anak. Sifat anak terbentuk melalui pembinaan psikologis yang diperoleh dari keluarga dan lingkungan.

Cerita bayi sungsang seringkali terjadi, dan menurut dr. Frizar Irmansyah, SpOG(K), Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pertamina Jakarta, kondisi bayi sungsang dianggap normal selama terjadi di bawah sembilan bulan kehamilan. Jadi, ibu-ibu hamil tidak perlu terlalu mencemaskan mengenai mitos bayi sungsang tersebut.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi sungsang, yakni:

  1. Kelainan pada rahim ibu, terdapat sekat di rahim atau bentuk rahim menyerupai angka tujuh.
  2. Bayi terlilit tali pusat.
  3. Plasenta menghalangi mulut rahim, disebut Placenta Previa.
  4. Kepala bayi tumbuh melampaui ukuran tubuh, disebut Hidrosefalus.
  5. Ukuran tubuh bayi terlampau besar.
  6. Bayi kembar.
  7. Multiparitas, yakni kelahiran setelah anak pertama. Cerita bayi sungsang jarang dialami kelahiran pertama.
  8. Terdapat myom dalam rahim yang mendesak posisi bayi.

Posisi bayi sungsang dapat diatasi dengan melakukan beberapa hal, diantaranya:

  1. Sujud atau knee-chest position. Ketika kehamilan ke 7-8 bulan, dapat dilakukan selama 10 menit sehari dua kali. Beberapa mitos bayi sungsang menyarankan ibu hamil mengepel lantai sambil menungging.
  2. Rangsangan suara. Menurut pengalaman dari beberapa cerita bayi sungsang yang dialami ibu-ibu hamil, dengan memberikan musik dan murotal mampu memperbaiki posisi bayi sungsang. Caranya, letakkan rangsangan suara tersebut di bagian tertentu pada perut ibu di mana diinginkan posisi kepala bayi seharusnya berada, biasanya bayi berlahan-lahan akan menggerakkan tubuh menuju ke arah suara tersebut.
  3. Pertolongan dokter kandungan untuk melakukan tindakan medis yang disebut koreksi dari luar rahim dengan memutar janin kembali pada posisi semestinya.
  4. Memilih persalinan caesar, merupakan keputusan terakhir untuk mengatasi bayi sungsang demi keselamatan ibu dan bayi.