Apabila Anda membaca daftar nutrisi yang tercantum dalam label susu formula, maka Anda akan menemui banyak sekali zat bernilai gizi tinggi yang dicantumkan. Terkadang beberapa zat tambahan pada susu bayi tersebut sama sekali tidak Anda pahami fungsi dan manfaatnya. Berikut beberapa zat perangsang kecerdasan yang perlu diketahui dalam susu formula, yaitu:
AA (asam Arakidonat)
Merupakan jenis asam lemak rantai panjang yang membantu merangsang perkembangan sel-sel saraf di otak, yang menyebabkan anak cerdas dan aktif.
DHA (Dokosaheksaenoat)
Juga merupakan jenis asam lemak rantai panjang yang memiliki fungsi yang sama dengan AA. Selain itu berfungsi untuk mempertajam penglihatan, dan menciptakan imunitas yang baik bagi tubuh . Manfaat susu yang mengandung AA dan DHA adalah memacu perkembangan jaringan otak, sehingga susu dengan AA dan DHA sangat baik diberikan pada bayi prematur yang belum sempurna kelahirannya.
ARA (Arachidonic Acid)
Unsur ARA sangat penting untuk struktur atau susunan selaput sel phospholipids maupun sistem saraf pusat. DHA dan ARA mempunyai fungsi untuk mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan otak, jaringan penglihatan, jaringan syaraf, dan meningkatkan sistem imunitas pada anak bayi. FAO maupun WHO merekomendasikan takaran atau kadar yang paling tepat yang harus dikandung susu formula, yaitu 90 mg/100 gr untuk DHA, dan 180 mg/100 gr untuk ARA.
Sphingomyelin
adalah unsur atau kandungan nutrisi terpenting dalam proses pembentukan selubung myelin otak (jaringan lemak otak). Peran jaringan lemak tersebut adalah untuk mengoptimalkan rangsangan antara sel syaraf di otak. Sphingomyelin diyakini mampu memacu terbentuknya anak cerdas.
Namun, selain nutrisi yang padat gizi dan zat perangsang kecerdasan. Rangsangan yang dilakukan secara verbal, visual, dan kinetik juga penting. Bukankah sebuah pisau yang paling baik bahannya tetap akan tumpul apabila tidak pernah diasah dan dipergunakan?