AHA Dan DHA Dalam Susu Bayi

Kerap kali kita mendengar istilah AHA dan DHA ketika membahas kajian susu bayi. Sebenarnya apakah AHA dan DHA tersebut? AHA atau AA adalah kepanjangan dari Arachidonic Acid dan DHA adalah kepanjangan dari Docosahexaenoic Acid, merupakan salah satu kandungan dalam ASI (Air Susu Ibu) yang mempengaruhi tingkat kecerdasan otak pada bayi, unsur tersebut merupakan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang merupakan komponen penting untuk membangun jaringan saraf di retina dan otak.

Karena keunggulan unsur tersebut kemudian mengilhami para peracik susu formula bayi untuk menambahkan kandungan AHA dan DHA pada produk yang dibuat, dengan harapan susu bayi yang mereka produksi bisa mendekati atau mirip dengan kualitas ASI.

AHA dan DHA dalam ASI memiliki kemampuan diserap dengan baik oleh darah, mempengaruhi ketajaman penglihatan, dan perkembangan otak pada bayi. Namun, AHA dan DHA buatan yang ditambahkan pada susu formula memiliki kelemahan dibandingkan AHA dan DHA dalam ASI, walaupun AHA dan DHA dalam susu formula diserap sama baiknya dengan yang ada pada ASI oleh tubuh, ternyata tidak mempengaruhi peningkatan ketajaman penglihatan dan perkembangan otak bayi. Anak yang diberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga mencapai 1 tahun memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang mengkonsumsi susu formula dengan kandungan AHA dan DHA.

Diperkirakan oleh beberapa peneliti, AHA dan DHA yang berbentuk suplementasi tersebut masih belum sempurna dan masih terus dikaji dan diteliti untuk pengembangan lebih lanjut. Mungkinkah suatu saat menyamai kualitas ASI? Untuk apa menunggu begitu lama hingga para ilmuwan berhasil, berikanlah ASI kepada sang buah hati tanpa ragu-ragu dan yakinkan pada diri Anda bahwa sesuatu yang alamiah dan memang diciptakan Sang Maha Kuasa sesuai peruntukannya, maka itulah unsur yang paling baik dan sempurna.