Manfaat dan resiko telur untuk bayi

Ahli gizi sering memberikan himbauan kepada orangtua untuk memberikan buah hati makanan bayi yang sehat dan bergizi. Salah satu makanan bayi yang memiliki banyak manfaat adalah telur. Telur bisa diolah menjadi makanan primer bayi dan bisa juga diolah menjadi cemilan sehat untuk bayi.

Manfaat telur sangatlah banyak, hal ini dilihat dari berbagai kandungan zat penting yang ada pada telur. Telur mengandung protein hewani, omega, berbagai vitamin, lesitin dan mineral.
Manfaat telur untuk perkembangan tubuh bayi, diantaranya adalah:

  • Kandungan protein dalam telur sangat baik menjadi zat pembangun dalam tubuh bayi.
  • Omega yang terkandung dalam telur bermanfaat untuk membangun sel-sel jaringan pada sistem otak bayi.
  • Telur sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri.
  • Choline yang terkandung dalam telur sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem syaraf bayi.
  • Choline juga dapat menunjang kesehatan jantung bayi.
  • Salah satu zat yang terdapat pada telur sangat baik untuk melancarkan sirkulasi darah dan dapat mencegah terjadinya pengentalan darah.
  • Kuning telur sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan organ mata bayi, karena kandungan zat lutein dan zeaxanthin pada kuning telur sangat mudah diserap oleh retina bayi, sehingga menunjang kerja retina pada mata bayi.
  • Kuning telur mengandung protein yang mudah dicerna oleh lambung dan mudah diserap oleh usus bayi sehingga kuning telur sangat bermanfaat melancarkan sistem pencernaan bayi.
  • Telur memiliki zat yang berguna untuk meningkatkan kesuburan rambut bayi.
  • Kuning telur dapat bermanfaat untuk menunjang kesehatan kulit bayi dan menjaga kelembapan kulit bayi.

Selain manfaat telur ada juga resiko telur. Resiko telur sangat rawan terjadi pada bayi yang memiliki riwayat gangguan atau alergi pada protein tinggi. Resiko telur yang paling berbahaya pada bayi yang mengalami alergi telur adalah telur bisa menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan bayi, sehingga memicu tercampurnya histamine pada sel darah bayi. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gejala alergi, seperti muka berbintik merah, bisul bernanah, mata cekung dan yang lainnya. Oleh karena itu, sebelum memberikan bayi asupan telur, ada baiknya ibu memeriksakan bayinya, apakah bayi memiliki alergi telur atau tidak, sehingga resiko telur dapat dihindari.