Proses perkembangan bayi sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi balita yang sehat dan seimbang. Kecukupan gizi pada bayi akan membawa hasil yang maksimal bagi perkembangan fisik dan mentalnya. Sebaliknya kekurangan gizi atau malnutrisi akan menimbulkan banyak gangguan kesehatan dan menghambat proses perkembangan bayi, seperti pertumbuhan tulang dan otot yang tidak sempurna serta tingkat kecerdasan yang kurang. Ada banyak pilihan bagi orang tua dalam hal pemenuhan nutrisi buah hati, dari yang home made sampai yang cepat saji atau instan.
Makanan instan bayi selama ini telah banyak dikenal dan menjadi pilihan banyak orang tua yang tak ingin repot membuat sendiri makanan bayi di rumah, selain praktis jenis makanan ini juga diyakini mampu memenuhi kebutuhan nutrisi balita. Banyak merek makanan instan bayi menawarkan produknya mengandung sejumlah vitamin dan mineral esensial tambahan yang sangat dibutuhan selama proses perkembangan bayi. Tetapi sejumlah pihak menganggap bahwa makanan instan tidak lebih baik dari makanan rumah. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya, yaitu mengandung bahan pengawet, proses pembuatan yang tidak higienis dan kompleks membuat makanan instan mengalami penurunan kandungan nutrisi balita, sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan pertumbuhan bagi bayi jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Sebenarnya telah banyak produsen makanan bayi instan telah mampu menghasilkan produk yang cukup baik dikonsumsi oleh bayi. Meskipun demikian, orangtua tetap harus jeli memilih makanan instan untuk bayi. Sebelum memilih makanan instan bayi, disarankan orang tua memperhatikan beberapa hal berikut:
- Ketahui tanggal kadaluwarsa yang tercantum di kemasan makanan instan. Sebaiknya pilih produk yang masih jauh dari tanggal kadaluwarsa, setidaknya 1 tahun.
- Pilih produk dengan kemasan yang masih baik, tidak sobek atau terbuka, kotor atau pun basah.
- Sesuaikan jenis makanan instan bayi dengan usia buah hati, hal ini penting untuk menunjang proses perkembangan bayi terutama organ mulut dan pencernaan bayi.
- Pahami cara penyajian makanan tersebut.
- Pastikan produk tersebut memiliki ijin produksi dan ijin edar dari BPOM.