Hampir setiap hari terutama di waktu sore kita biasa minum air teh untuk menghangatkan badan. Tetapi bagaimana jika buah hati kita yang masih bayi juga ingin meminum teh? Apakah jika bayi minum teh akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatannya?
Teh tidak disarankan sebagai minuman bayi, karena tidak mengandung gizi yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuhnya. Tetapi terkadang kita tidak tega menolak keinginan si kecil untuk ikut menikmati minuman yang kita nikmati, apalagi selama ini teh terkenal dapat menghangatkan serta menyegarkan tubuh. Sebenarnya rasa segar usai minum teh merupakan akibat dari reaksi kafein yang terkandung di dalam teh. Kita perlu tahu bahwa kadar kafein di dalam teh lebih besar dari pada minuman bersoda. Kafein yang terserap oleh darah akan disalurkan ke seluruh organ tubuh bayi, termasuk ke otak. Dalam konsetrasi tertentu kafein dapat menyebabkan bayi sulit tidur, karena kafein mempengaruhi syaraf otak sehingga menimbulkan rasa segar dan berenergi yang berlebihan.
Selain itu kafein juga dapat mengikat kalsium, terutama jika bayi minum teh sesaat setelah minum air susu ibu atau susu formula. Kafein akan membawa kalsium keluar dari tubuh saat si kecil buang air besar maupun kecil. Jika bayi minum teh secara rutin, bisa jadi ia akan kekurangan kalsium di dalam tubuhnya. Kekuranagn kalsium dapat menimbulkan sejumlah efek buruk, seperti gangguan dalampertumbuhan tulangnya. Selain itu kekurangan kalsium dapat memperbesar resiko anemia pada bayi.
Jika kita memberikan air teh untuk bayi, biasanya ia akan lebih sering mengompol. Hal ini karena kafein dapat mempengaruhi tubuh untuk lebih banyak megeluarkan cairan. Jika cairan keluar secara berlebihan, justru dapat berakibat bayi kekurangan cairan. Ditambah lagi dalam pandangan medis, kafein merupakan salah satu penyebab gangguan jantung. Pemerintah Amerika menyarankan agar bayi tidak meminum teh, karena dapat menimbulkan interaksi terhadap kinerja obat yang dikonsumsi bayi dan berisiko menimbulkan gangguan jantung terutama pada bayi yang minum teh sebelum berusia 1 tahun.
Kita juga harus mewaspadai adanya mikroba serta kotoran yang tercampur di dalam teh kering, terutama teh hitam. Sebuah industri pengolahan teh milik pemerintah Indonesia menyarankan agar masyarakat berhati-hati dalam memilih pruduk teh hitam. Karena dalam proses pengeringannya kadang pihak produsen tidak memperhatikan kebersihannya, misal dengan menjemurnya di lahan terbuka dalam waktu lama dan berulang kali sehingga teh rentan terkontaminasi mikroba yang merugikan bagi kesehatan. Jadi sebaiknya kita tunda dulu untuk menjadikan teh sebagai minuman bayi.