Apakah Seafood Aman untuk Bayi?

Banyak hasil penelitian yang menyatakan jika makanan laut atau seafood sangat baik untuk anak kecil terutama bagi perkembangan tubuh, tulang dan otak mereka. Namun bagaimana jika kita juga ingin memberi makan bayi menggunakan seafood, apakah makanan bayi yang menggunakan seafood aman dan tidak berbahaya?. Hal ini memang sering menjadi pertanyaan terutama kaum ibu-ibu.

Sebenarnya seafood bisa dipilih untuk memberi makan bayi kita yang masih kecil. Namun tidak semua seafood bisa dipakai untuk membuat makanan bayi. Hal ini karena banyak jenis seafood yang mengandung zat berbahaya untuk bayi karena sistem kekebalan tubuh bayi belum bisa bekerja secara maksimal.

Beberapa jenis seafood yang aman digunakan untuk membuat makanan bayi antara lain adalah ikan sarden yang kaya dengan kalsium. Sebagaimana diketahui kalsium sangat berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Jadi akan menjadi pilihan yang tepat jika memilih ikan sarden untuk memberi makan bayi.

Selain sarden, ikan salmon juga bisa dipilih sebagai seafood untuk bayi karena selain tidak mengandung zat yang berbahaya juga punya kandungan omega3 yang membantu perkembangan otak bayi. Banyak jenis masakan dari ikan sarden yang bisa dibuat menjadi makanan bayi yang lezat dan aman.

Seafood untuk bayi lainnya adalah udang yang kaya dengan protein yang punya manfaat untuk memperkuat sistem kekebalan pada tubuh. Jadi udang adalah jenis makanan laut yang bisa dipilih untuk memberi makan bayi. Apalagi dalam tubuh udang ini tidak terdapat zat yang berbahaya bagi kesehatan bayi.

Kemudian ikan kod yang kandungan lemaknya cukup rendah juga dapat dijadikan pilihan untuk memberi makan bayi. Meski belum begitu popular di Indonesia namun di negara-negara lain banyak ibu yang memilih ikan kod sebagai seafood untuk bayi mereka.

Selain diberikan secara langsung kepada bayi ada cara lain untuk menjadikan seafood sebagai makanan bayi yaitu melalui ibunya. Jika ibu rajin mengkonsumsi jenis makanan seafood untuk bayi maka secara tidak langsung dia juga memberi makan bayi melalui air susunya (ASI).